1. Serangga yang terbang
Lebih kurang 10-15 menit daerah sekitar mayat harus dikosongkan, agar dapat
menangkap serangga menggunakan net. Serangga yang sudah ditangkap dimasukkan ke
dalam gelas yang berisi 70-80% etil alkohol atau isopropyl alkohol.
Perbandingan isopropyl alkohol dan air adalah 1:1, Jika tidak serangga akan
mengeras dan susah diidentifikasi. Sebaiknya tidak menggunakan formalin,
kecuali jika terdesak. Perlu untuk diketahui tempat di mana lalat ditemukan,
diberi label, bagaimana
cara mengumpulkan, siapa
yang mengumpulkan dan waktu pengumpulan.2
2. Serangga yang merayap
Serangga dikumpulkan
harus dilabel berdasarkan
tempat ditemukannya. Serangga diambil menggunakan forcep atau tangan.
Harus menggunakan sarung tangan setiap waktu. Serangga yang ditangkap ada 2
jenis: serangga dengan badan yang keras, seperti kumbang dan
serangga dengan badan
lunak. Tindakan terhadap serangga yang
berbadan keras dilakukan
sama halnya dengan serangga yang
terbang. Untuk yang
berbadan lunak perlu perlakuan khusus, karena lebih susah
diidentifikasi. Mereka terdiri dari dewasa dan belum matur. Serangga yang belum
matur lebih susah untuk diidentifikasi, sehingga
biasanya mereka dibiarkan terlebih dahulu.
Serangga ini dibagi
menjadi dua kelompok, kelompok yang pertama akan dibunuh
dan dianalisa entomologi, sedangkan
kelompok yang kedua
dibiarkan hidup untuk identifikasi spesies. Serangga yang belum matur umumnya
berupa belatung, dibunuh dan dimasukkan kedalam solusi KAA selama 5-10 menit
tergantung ukuran belatung kemudian dipindahkan ke etil alkohol 70%
atau isopropyl alkohol
yang ditambah air
dengan perbandingan 1:1. Solusi
KAA digunakan untuk
melepaskan bagian luar permukaan
serangga atau kutikula.
. Jika tidak dilakukan, alkohol
akan masuk ke
dalam tubuh dan
membuat tubuh serangga menjadi hitam dan busuk. Solusi KAA terdiri atas
1 bagian asam asetat, 1 bagian minyak tanah, 30 bagian etil alkohol 95%. Jika
KAA tidak ada, dapat digunakan air panas76,7 oC
selama 2-3 menit dan ditransfer ke etil
alkohol 70% untuk penyimpanan.1
3. Pemberian Label
a. Tanggal
pengumpulan
b. Waktu
pengumpulan
c. Lokasi ditemukan
pada tubuh, sespesifik mungkin.
d. Tempat ditemukan
tubuh: di dalam rumah, di semak-semak, di pegunungan
e. Daerah tubuh
dimana spesimen ditemukan, jangan bercampur dengan specimen dari daerah tubuh lain.
f. Nama, alamat, dan nomor
telepon dari kolektor
Tidak ada komentar:
Posting Komentar