Serangga yang
berkolonisasi pada jasad memakan jaringan jasad sehingga secara tidak langsung
mengkonsumsi substansi yang terdapat pada jasad. Zat – zat tersebut dapat
berupa alkohol, racun dan obat. Alkohol adalah produk normal yang dihasilkan
dari proses dekomposisi,
sehingga serangga umumnya
tidak dipengaruhi oleh adanya substansi alkohol.
Apabila kematian disebabkan
oleh racun atau obat,
baik dalam maksud terapeutik
atau pembunuhan, maka
akan mengakibatkan perkembangan dari serangga.
Pada kasus
pembunuhan dan keracunan jaringan tubuh hampir seluruhnya dimakan oleh
belatung. Belatung mempunyai
kemampuan untuk menyimpan jaringan berupa cairan toksik sehingga
dapat digunakan untuk analisa toksikologi. Walaupun tidak seluruh mayat dimakan
oleh belatung, tetapi masih lebih baik melakukan tes pada belatung daripada pada sisa pembusukan manusia, karena
jaringan hidup akan lebih mudah untuk di analisa toksikologinya daripada tubuh
yang sudah membusuk. Analisis serangga untuk menentukan racun atau obat dapat
dilakukan pada larva dan diptera dan coleoptera dewasa dan coleoptera
exuviae. Obat dapat mempengaruhi perkembangan dari
serangga, yaitu mempercepat atau
memperlambat perkembangan, karena itu entomologis harus memperhatikan pernyataan dari ahli
toksikologi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar