Selasa, 04 November 2014

Obat


Serangga yang berkolonisasi pada jasad memakan jaringan jasad sehingga secara tidak langsung mengkonsumsi substansi yang terdapat pada jasad. Zat – zat tersebut dapat berupa alkohol, racun dan obat. Alkohol adalah produk normal yang   dihasilkan   dari   proses   dekomposisi,  sehingga   serangga   umumnya   tidak dipengaruhi  oleh  adanya substansi  alkohol.  Apabila  kematian  disebabkan  oleh racun  atau  obat,   baik dalam  maksud   terapeutik  atau  pembunuhan,  maka   akan mengakibatkan perkembangan dari serangga.
Pada kasus pembunuhan dan keracunan jaringan tubuh hampir seluruhnya dimakan   oleh   belatung.   Belatung   mempunyai   kemampuan   untuk   menyimpan jaringan berupa cairan toksik sehingga dapat digunakan untuk analisa toksikologi. Walaupun tidak seluruh mayat dimakan oleh belatung, tetapi masih lebih baik melakukan tes pada belatung  daripada pada sisa pembusukan manusia, karena jaringan hidup akan lebih mudah untuk di analisa toksikologinya daripada tubuh yang sudah membusuk. Analisis serangga untuk menentukan racun atau obat dapat dilakukan pada larva dan diptera dan coleoptera dewasa dan coleoptera exuviae. Obat   dapat   mempengaruhi   perkembangan   dari   serangga,   yaitu mempercepat atau memperlambat perkembangan, karena itu entomologis harus memperhatikan pernyataan dari ahli toksikologi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar